Jumat, 15 September 2017

5 NINJA YANG BENAR-BENAR ADA DI JEPANG!!!




Welcome To Saikosite

Ninja adalah suatu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga semua orang. Akan tetapi, sering ada yang bertanya, apakah ninja itu benar-benar ada karena kebanyakan mereka hanya mengetahui ninja dari film atau pun manga (terutama Naruto). Di Jepang, ninja disebut juga shinobi, dan mereka benar-benar ada. Arti dari kata ninja itu sendiri adalah “seseorang yang bergerak secara rahasia.” Ninja merupakan mata-mata zaman feodal di Jepang yang terlatih dalam seni ninjutsu.
Ninja, seperti samurai, mematuhi peraturan khas mereka sendiri, yang disebut ninpo. Keahlian khusus seorang ninja adalah menyusup dengan atau tanpa suara. Ninja biasanya segera dikaitkan dengan sosok yng terampil bela diri, ahli menyusup, dan serba misterius seperti yang tampak di dalam film atau manga. Sejarah ninja juga sangat sulit untuk ditelusuri. Info mengenai keberadaan mereka tersimpan rapat-rapat dalam dokumen-dokumen rahasia.


1. Hattori Hanzo




Hattori Hanzo adalah ninja yang mungkin paling kita kenal karena terdapat film kartunnya, yakni Ninja Hatori. Dia adalah seorang samurai dan pengikut Tokugawa Ieyasu. Ia juga merupakan kekuatan utama Ieyasu untuk menjadi shogun dan penguasa Jepang. Hanzo yang besar di Inga mendapatkan kehormatan melalui perang yang diikutinya pada tahun 1570an. Aksi terbesarnya adalah pada tahun 1582 ketika Oda Nobunaga terbunuh diikuti pengkhianatan salah satu pengikut Nobunaga, Akechi Mitsuhide. Tokugawa Ieyasu pun maju menduduki posisi tertinggi dan berbahaya berkat kedekatannya dengan Mistuhide. Untuk memfasilitasi perjalanan Ieyasu menuju perkampungan Iga dan demi keamanan Propinsi Mikawa, Hanzo mengajak teman-teman ninja dari klan Iga dan klan Koga (yang saat itu merupakan mantan saingan klan Iga) agar perjalan Ieyasu aman.
Ada sumber yang menyebutkan kalau Hanzo membantu menyelamatkan keluarga Ieyasu yang terkangkap. Sebagai seorang ahli penyusun taktik dan petarung dengan tombak, Hanzo mengabdikan hidupnya untuk Tokugawa. Di bawah kepemimpinan Hanzo, klan ninja Iga menjadi penjaga Benteng di Edo pada masa pemerintahan keshogunan Tokugawa. Akan tetapi, lambat laun mereka menjadi agen tersembunyi keshogunan yang diberi nama Onibawanshu. Setelah kematian Hanzo di tahun 1596, penerusnya menggunakan “Hattori Hanzo” untuk menamai kebiasaan dan tradisi bagi para pemimpin klan ninja Iga. Hal ini juga dilakukan untuk mengabadikan mitos bahwa Hattori Hanzo tidak pernah mati.

2. Kato Danzo




Kato Danzo merupakan seorang ninja yang mempopulerkan gagasan bahwa ninja memiliki kekuatan supranatural. Danzo yang merupakan seorang ilusionis, dipercaya bahwa dia adalah tukang sihir. Dia memiliki beberapa trik seperti menelan banteng di depan orang banyak, menumbuhkan bibit tanaman yang baru ditanam dengan cepat, dan juga terbang sehingga ia diberikan julukan Tobi Kato (Flying Kato). Ada juga yang mengatakan kalau Danzo adalah seorang ahli hipnosis meski tidak ada bukti mengenai hal ini.
Reputasi Danzo yang begitu terkenal pun menarik perhatian Uesugi Kenshin untuk menguji kemampuan ninja-nya. Dia menantang Danzo untuk mencuri nagigata (pedang) berharga milik pengikutnya, Naoe Kanegutsu. Danzo tidak hanya berhasil menyusup masuk ke dalam benteng yang dijaga ketat dan mencuri pedang tersebut, tapi dia juga menculik salah satu pelayan wanita. Terkesan dengan kemampuan Danzo, Kenshin pun mengangkat Danzo menjadi pengikutnya. Pada tahun 1569, Danzo dihukum penggal kepala karena membelot dari Kenshin dan bekerja sebagai agen ganda untuk Takesa Shingen.

3. Fuma Kotaro





Klan Fuma adalah klan ninja yang unik di antara klan ninja yang lain karena berdiri sendiri dari persatuan Iga dan Koga dalam melayani klan Hojo di Odawara. Jonin Fuma Kotaro adalah pemimpin kelima klan dan generasi mereka paling dikenal. Pada saat itu, klan Fuma yang dikenal sebagai 200 rappa (pengganggu pertempuran) bekerja sebagai perampok, bajak laut, dan pencuri dalam melayani Hojo.
Pada suatu malam Kotaro dan anak buahnya menyusup ke dalam benteng Takeda. Mereka membuat kakacauan yang membuat para pengawal Takeda saling bunuh. Pada 1590, klan Hojo dikalahkan oleh Toyotomi Hideyoshi dan klan Fuma pun beralih menjadi bandit jalanan.
Pada tahun 1596, ada yang mengatakan (meski hal ini tidak benar) kalau Kotaro membunuh Hanzo Hattori, tapi kemudian dia dikelabui oleh Kosaka Jinnai yang merupakan mantan ninja klan Takeda. Akhirnya, Kotaro pun tewas dengan cara dipenggal kepalanya oleh Tokugawa Ieyasu pada tahun 1603.

4. Momochi Sandayu





Ishikawa Goemon disinyalir sebagai murid Momochi Sandayu sebelum menjadi nukenin. Momochi Sandayu adalah salah satu pendiri Iga Ryu Ninjutsu, dan dianggap salah satu dari tiga ninja besar Iga jonin pada saat itu, dua di antaranya adalah Hattori Hanzo dan juga Fujibayashi Nagato. Nama asli Momochi Sandayu adalah Momochi Tanbe Yasumitsu, meski beberapa sumber itu merupakan orang yang berbeda. Sumber lain mengatakan bahwa Sandayu dan Fujibayashi Nagato adalah orang yang sama.
Momochi dipercaya terbunuh pada tahun 1581 dalam Tensho Iga War pada invansi yang dilakukan Oda Nobunaga di perkampungan klan ninja Iga. Invansi tersebut tidak hanya menghabisi ninja Iga, tapi juga Koga.

5. Mochizuki Chiyome



Mochizuki Chiyome mungkin bisa dikatakan sebagai ninja wanita (kunoichi) yang paling terkenal. Dia merupakan seorang bangsawan dan juga istri dari panglima perang Mochizuki Nobumasa yang berasal dari klan ninja Koga.
Pada abad ke-16, Chiyome diminta oleh Takeda Shingen melakukan misi merekrut para wanita dan melatih mereka menjadi mata-mata. Chiyome mendirikan markas di Desa Nazu dan merekrut sekitar 300 orang wanita, yang kebanyakan dari mereka adalah anak yatim piatu, mantan tunasusila, dan korban perang. Para penduduk setempat percaya Chiyomi membuka sebuah panti asuhan untuk anak-anak perempuan korban perang, tapi sebenarnya dia melatih anak-anak tersebut menjadi jaringan mata-matanya. Mereka dilatih untuk melakukan pekerjaan mata-mata atau membunuh dengan menyamar menjadi miko, tunasusila, atau geisha. Jaringan kunoichi milik Chiyome bekerja melayani Shingen hingga kematian misterius Chiyome pada tahun 1573.

Oke, Sekian Dari Saya Kurang Lebih Nya Mohon Maaf. 

Terimakasih....

2 komentar: